Kamis, 27 Juni 2013

Keajaiban Alam dan Budaya Warisan Dunia UNESCO 2013


Matahari terbenam di areal persawahan di Distrik Yuanyang, Provinsi Yunnan, China. Komite Warisan Dunia UNESCO, 22 Juni 2013 memutuskan areal persawahan di Yunnan masuk dalam Warisan Dunia. | SHUTTERSTOCK / MUELLEK JOSEF

KOMPAS.COM — Gunung Fuji di Jepang, areal sawah kuno bertingkat di China, kota gurun Agadez di Niger, dan Gunung Etna di Italia, dinobatkan sebagai situs baru Warisan Dunia oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam pertemuan tahunan, Sabtu, 22 Juni 2013.

Fuji, gunung tertinggi di Jepang (3.776 meter), adalah salah satu tempat wisata yang paling dikenal di negara itu. UNESCO menyebut puncak Gunung Fuji yang tertutup salju telah mengilhami para seniman dan penyair serta menjadi obyek ziarah selama berabad-abad.

Komite Warisan Dunia UNESCO dalam sidang tahunan ke-37 di Phnom Penh mengklasifikasikannya sebagai situs warisan budaya. "Kekaguman yang membentuk megah Fujisan dan aktivitas gunung berapi intermiten telah menjadi sumber ilham dan berubah menjadi praktik keagamaan yang menghubungkan Shinto dan Buddha, manusia dan alam," sebut dokumen, menjelang sidang.
 SHUTTERSTOCK / ARAIDENKI Paraglider di kawasan Gunung Fuji, Jepang. Komite Warisan Dunia UNESCO, 16 Juni 2013, memutuskan kawasan Gunung Fuji masuk dalam Warisan Dunia alam dan budaya global. Klik foto lengkap di sini

Gunung Fuji menginspirasi seniman pada awal abad ke-19 untuk menghasilkan gambar yang melampaui budaya dan membuatnya terkenal di seluruh dunia serta memiliki pengaruh besar pada perkembangan seni rupa Barat.

Fujisan, yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah barat daya Tokyo, terakhir meletus sekitar 300 tahun yang lalu. Gambar puncaknya menghiasi literatur pariwisata yang diterbitkan di dalam dan luar negeri. Gunung Fuji adalah situs Jepang ke-17 yang akan ditorehkan oleh UNESCO.

UNESCO mengadakan pertemuan tahunan selama 10 hari di Phnom Penh, untuk menimbang dan memutuskan 31 situs ke dalam daftar Warisan Dunia. Komite Warisan Dunia juga menobatkan kota bersejarah Agadez di Niger, yang dipandang sebagai "pintu gerbang ke padang gurun", sebagai situs Warisan Dunia. 
 Kota Agadez di Niger, 30 Mei 2012. The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menobatkan kota bersejarah di Niger itu sebagai situs Warisan Dunia, 22 Juni 2013. Klik foto lengkap di sini

Agadez yang dibangun pada abad XV menjadi persimpangan yang luar biasa dalam lalu lintas perdagangan. Kota ini menjadi saksi sejarah awal terbentuknya pusat budaya trans-Sahara. Kota bersejarah mencakup sebuah masjid dengan menara mengesankan.

Bangunan-bangunan di Agadez dibuat dari batu bata lumpur yang dikeringkan oleh matahari. "Saksi tradisi arsitektur yang luar biasa, mutakhir menggunakan bata lumpur," kata UNESCO dalam dokumen pertemuan.

UNESCO juga menobatkan areal sawah bertingkat Honghe Hani, selatan Provinsi Yunnan, China, sebagai Warisan Dunia, yang mencerminkan cara yang luar biasa dalam interaksi dengan lingkungan yang dimediasi oleh sistem pengelolaan air pertanian terpadu.

"Sawah diukir dari sebuah hutan lebat pada 1.300 tahun lalu oleh orang-orang Hani, lalu menjadi teras irigasi tang menghadap lembah sempit," kata UNESCO dalam dokumen pertemuan. Di beberapa tempat dapat dilihat 3.000 teras dibuat di lereng pegunungan Ailao.
 Gunung Etna di Italia, salah satu gunung api teraktif dan ikonis di dunia, pada 21 Juni 2013, dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Klik foto lengkap di sini.
Pada Jumat, Gunung Etna di Italia, Bukit Forts Rajasthan di India, dan Laut Pasir Namib juga menjadi bagian dari keajaiban alam dan budaya berharga yang dinobatkan sebagai bagian dari situs Warisan Dunia. AFP

Inilah Cara Google Lawan Pornografi Anak

KOMPAS.com - Google sedang mempersiapkan diri untuk berperang melawan konten yang mengandung pornografi anak. Perusahaan internet ini mengaku, telah membuat sebuah sistem yang dapat menghapus gambar-gambar tidak senonoh tersebut dari dunia maya.

Dikutip dari Mashable, Senin (17/6/2013), sistem tersebut, yang pertama kalinya dibeberkan oleh situs Telegraph, akan diluncurkan di tahun ini juga.

Sistem tersebut nantinya akan mengizinkan penyedia layanan mesin pencari dan perusahaan situs web lain untuk bertukar informasi mengenai gambar yang mengandung pornografi anak. Gambar yang telah ditandai (flagged) oleh organisasi perlindungan anak, seperti Internet Watch Foundation, nantinya akan dihilangkan dari internet.

Saat ini, konten-konten yang telah ditandai sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan karena tidak adanya database standar. Dengan adanya sistem baru buatan Google ini, diharapkan proses pencarian dan penghapusan gambar tersebut akan semakin cepat dilakukan.

"Kami sedang membuat database global dari gambar yang telah ditandai" untuk membantu semua perusahaan teknologi untuk menemukan gambar tersebut, di manapun mereka berada. Gambar tersebut akan diblok dan dilaporkan", kata Scott Rubin, juru bicara Google.

Selain membuat sistem baru ini, Google juga telah menyiapkan uang dengan nominal sebesar 2 juta dollar AS untuk mendanai developer independent. Dengan dana tersebut, diharapkan si developer mampu membuat sebuah senjata baru untuk menjalankan misi Google ini.

Rabu, 26 Juni 2013

Ini Dia Tampilan Windows 8.1



KOMPAS.com - Microsoft tampaknya benar-benar mendengar berbagai keluhan terkait cara interaksi dengan pendahulunya, Windows 8. Hal tersebut terlihat dengan berbagai perubahan pada sistem operasi (OS) terbaru Microsoft ini.

Perubahan yang terjadi sebenarnya hanyalah minor, tetapi perubahan tersebut tampaknya mampu mengembalikan rasa nyaman penggunaan yang sempat menghilang di Windows 8.

Salah satu perubahan yang mungkin paling ditunggu adalah tombol Start. Ya, Microsoft akhirnya mengembalikan tombol yang sempat menghilang dari Windows 8. Tombol "baru" ini sebenarnya hanya menampilkan layar Start ala metro ketika di-klik. Bila diinginkan, pengguna bisa membuat Start Screen menampilkan menu "all apps" untuk mengembalikan cara kerja tombol Start tradisional.

Pengguna juga bisa klik kanan di tombol Start ini untuk melihat beberapa menu lain, seperti Task Manager, Control Panel, Search, dan Run. Bahkan, pengguna bisa mematikan PC melalui menu Shut Down langsung melalui menu tersebut.

Pengguna pun bisa mengatur agar layar desktop dan Start menggunakan wallpaper yang sama. Fitur ini membuat pengguna tidak akan terlalu kebingungan apabila ingin berpindah dari desktop ke Start Screen.

Layar lock screen pun tak luput dari perubahan. Kini pengguna bisa memasang slideshow foto, menerima panggilan Skype, dan mengakses kamera langsung dari  layar tersebut.

Berikut beberapa screenshot Windows 8.1.

 

Senin, 17 Juni 2013

Gara-gara Teks Pidato


Seorang yang baru saja terpilih menjadi anggota dewan agak terkejut ketika mendapat tugas untuk memberikan sambutan pada sebuah acara peresmian proyek di kantor gubernur. Dia merasa kurang begitu mahir dalam bidang yang sedang digarap, padahal di lingkungan anggota dewan dia kebagian jatah bertugas di bidang itu. Untung saja dia punya banyak staf ahli yang pintar-pintar. Segera saja dia suruh para staf ahli membuatkan teks pidato.
Baiklah acara dimulai. Sambutan berikutnya atas nama anggota dewan. Kepada beliau dipersilakan!
Siang itu hujan deras. Si anggota dewan membaca teks pidato: "Bapak-bapak ibu-ibu, pada siang yang cerah ini..." Dia berhenti sejenak, sepertinya ada yang salah, tapi tak apalah sudah terlanjur, pidato diteruskan saja.
Pidato yang disampaikannya begitu panjang sampai menyita waktu hampir satu jam, sebuah kebiasaan yang tidak umum di acara-acara resmi gubernuran. Para hadirin pun kelihatannya sudah bosan, tapi dengan enaknya dia mengatakan: "Demikianlah sambutan singkat saya atas nama anggota dewan," sama persis seperti dalam teks tanpa merasa bersalah sedikitpun. Para hadirin saling pandang tapi merasa lega pidato sudah diakhiri.
Nah, payahnya lagi, di akhir pidato ia pun membacakan satu baris teks yang masih tersisa setelah salam penutup: "NB: Coret yang tidak perlu."

Rokok Kiai


Di satu pesantren di Jombang, Jawa Timur, santri-santri dilarang merokok. Dan mbah kiai pengasuh pesantren tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) setimpal pada santri yang melanggar. Namun ada saja santri nakal yang melakukan pelanggaran.

Beberapa gelintir santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan kiai.

Satu malam seorang santri perokok ingin melakukan aksinya. Ia bergegas ke kebun blimbing. Ia dekati seorang temannya di kejauhan sedang menyalakan rokok.

"Kang, join rokoknya ya..." katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya.

Temannya langsung menyerakan rokok yang dipegangnya.

Santri perokok langsung mengisapnya. "Alhamdulillah, nikmatnya..." katanya. Diteruskan dengan isapan kedua.

Rokok semakin menyala, dan... dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lamat-lamat ia baru sadar siapa yang sedang dimintainya rokok. Namun santri belum yakin dan diteruskan dengan isapan ketiga... Rokok semakin meyala terang.

Ternyata... yang dia mintai rokok adalah kiainya sendiri. 

Santri kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur. Lari tunggal langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.

Sang kiai marah besar: "Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, kang..." <

Lebih Besar dari Kuburan


KH Ali Maksum dikenal sangat dekat dengan para santrinya. Sekitar 2000 santri, beliau mengenal namanya, bahkan sampai daerah asalnya.  Karena begitu dekatnya, semua santri merasa menjadi santri kesayangan beliau. Kalaupun Mbah Ali marah, santri justru senang, karena mendapatkan perhatian dari sang kiai.

Kedekatan Mbah Ali dengan santri ternyata bukan saja terjadi di pondok saja. Ketika santri sudah pulang di rumah, kedekatan itu masih sangat terasa. Ini dikarenakan kegemaran Mbah Ali dalam silaturrahim. Ketika sampai daerah tertentu, Mbah Ali selalu menyempatkan mampir ke rumah para santrinya. 

Ada rasa bangga buat seorang santri ketika rumahnya dirawuhi kiainya. Tetapi ada seorang santri Krapyak yang justru enggan ketika Mbah Ali mau silaturrahim. Namanya Zainuri. Selepas nyantri di Krapyak, ia berpetualang di Jakarta. 

Setelah menghadiri suatu acara di Jakarta, saat itu Zainuri menemui Mbah Ali. Saat itu Mbah Ali mau mampir ke kontrakan Zainuri.

“Aku mau mampir ke tempatmu,” kata Mbah Ali.

Mboten (tidak). Kiai tidak usah ke tempat saya. Tempat saya sangat sempit,” jawab Zainuri. 

Zainuri yang kosnya sangat kecil merasa malu kalau kiainya mampir. Zainuri takut tidak bisa menyediakan tempat layak buat kiai tercintanya. 

“Wes, aku pengen mampir ke tempatmu,” tegas Mbah Ali. 

Zainuri sudah tidak bisa berkata apa-apa. Ini dawuh kiai. Dengan perasaan yang gelisah, akhirnya Zainuri manut saja dengan dawuh kiainya. Sesampai di kos, Zainuri mempersilahkan Mbah Ali untuk masuk kosnya yang sangat kecil. 

“Ini  kiai, kos saya sangat kecil.” 

“Ini besar, tidak kecil. Kan lebih besar dari pada kuburan.” 

Mbah Ali tertawa bersama Zainuri. Dalam hati, Zainuri sangat bangga, karena kiainya selalu memberikan nasehat yang teduh buat hidupnya. 

Kisah ini diceritakan oleh Ibu Nyai Ida Rufaida, putri alm. KH Ali Maksum di acara peringatan haul ke-24 di Krapyak. (Rokhim Bangkit)

Nonton ‘Sang Kiai’ Tiga Kali


Pemutaran film “Sang Kiai” benar-benar menyedot animo dari kaum Nahdilyyin. Ada salah satu pengurus NU Jateng yang sampai nonton film tersebut 3 kali. Banyak sahabatnya begitu heran, dan bertanya apa alasannya menonton sampai sebanyak itu?
Sebagian ada yang mengira mungkin angka tiga itu sunah nabi? Ada pula yang berpendapat dia sangat mengidolakan KH Hasyim Asy’ari yang menajdi tokoh utama dalam film itu. Namun setelah ditanyakan, semua tebakan sahabat-sahabatnya keliru. Ia punya jawaban lain, atas misteri nonton tiga kali ini?
“Ya simpel saja mas, karena tiga kali itu saya nontonnya gratis semua,” jawabnya sambil tersenyum. (Ajie Najmuddin)
Logo Design by FlamingText.com Logo Design by FlamingText.com